sebelum rosululloh datang dan mengangkap derajat wanita, wanita di masa jahiliyah diperlakukan secara tidak adil. mempunyai anak wanita dianggap sebagai aib keluarga, tak jarang anak-anak wanita dikubur hidup-hidup. wanita-wanita yang mengalami menstruasi akan diasingkan dipinggiran kota dijauhi dan dianggap najis, bahkan ada yang mengatakan wanita bukanlah makhluk hidup, mereka juga dikatakan sebagai antek setan.islam lalu mengangkat derajat wanita dari masa pencampakan wanita dimasa jahiliyah kemasa kemuliaan wanita. jadi jauh sebelum mempoklamirkan emansipasi wanita islam telah dahulu mengangkat derajat wanita.
emansipasi wanita dalam prospektif islam adalah memberikan kesempatan kepada wanita untuk dapat berperan lebih aktif dalam kehidupan, dengan tidak menafikan kewajibannya sebagai seorang wanita. jadi sesungguhnya islam menempatkan wanita pada posisi yang tinggi dan sejajar dengan pria dengan batasan-batasan tertentu.
dewasa ini orang-orang mengartikan emansipasi wanita sebagai hak asasi manusia atau hak asasi wanita, bahwa wanita harus memiliki hak yang sama dengan pria. padahal tidak ALLAH telah menciptakan manusia dengan kodrat yang berbeda. laki-laki sebagai pencari nafkah dan wanita sebagai ibu rumah tangga.
di era globalisasi ini wanita sudah selangkah lebih maju kedepan, ini semua tidak luput dari peranan RA Kartini dan Dewi Sartika dalam memperjuangkan hak wanita. untuk itu kita sebagai wanita jangan mau terus-terusan terpuruk dan tenggelam diantara zaman yang sudah modern ini. kita harus perecaya diri membuka diri baik dalam pergaulan, informasi dan teknologi. tetapi tetap berpegang teguh pada koridor bingkai-bingkai keislaman. tidak menutup kemungkinan kita dapat menjadi perempuan yang berhasil.
GOOD LUCK FOR WOMEN!!!!!!!!!!!